Monday, March 27, 2006

Cari Wangsit II: Medan, Kabanjahe

Pulang dari Makassar, cuma sempat nginap semalam di rumah. Esok harinya, Sabtu, sudah terbang lagi ke Medan. Rencananya mengikuti lokakarya bidang pendidikan di Kabanjahe, Karo. Kesempatan mampir ke my home sweet home di Karangsari, dan tentu saja bertemu my beloved mom. Hotel tetap di-booking, tapi sedetik pun tidak pernah ditempati, hahaha.

Image hosting by Photobucket
Gambar kiri: Pemandangan sekitar dari Mikie Holiday di pagi hari

Sampai rumah, sudah pasti semua kaget, terutama my mom. Tetapi beliau sekaligus juga girang luar biasa. Yah, kapan lagi sempat mampir kalau bukan pas sedang tugas, atau sengaja cuti lebaran. Meski cuma bermalam, karena esok paginya langsung cabut ke kantor regional Medan, rasanya cukuplah untuk menggembirakan orang tua.

Lebih setengah harian di kantor, lalu kami jalan ke Brastagi. Tempat menginap kami ini lumayan funky, bergaya minimalis. Namanya Hotel Mikie Holiday. Kalau lihat konsep hotelnya, mirip-mirip dengan Hotel Harris di bilangan Tebet.

Image hosting by PhotobucketAcara dua hari berlangsung lancar. Sempat membantu membuatkan siaran pers buat media lokal, sekaligus ambil dokumentasi foto. Eh, saya dapat foto yang lumayan bagus lho, dari sisi fotografi (setidaknya menurut diri sendiri). Angle-nya ada di depan Gedung Zentrum GBKP(?). Kalau lihat sudutnya, tampaknya sih biasa-biasa saja. Hanya, langit kebetulan lagi bagus-bagusnya. Plus, karakter jajaran pohon kering yang dijepret lumayan bagus. Hasilnya ya seperti yang ditampilkan di halaman ini. Bagaimana menurut Anda?

Siang hari, bersama rekan-rekan lain mencoba makan siang di luar, tepatnya di Warung Muslim di dekat Kantor Pemda (Bappeda). Ini rekomendasi Saruhum, DC Karo yang jadi guide dadakan kami. Gulai arsiknya memang “mantap kali” (pinjam omongan “Benu Buloe” di Trans TV). Nasinya juga wangi. Sampai-sampai semua penasaran, apa nama beras yang dipakai. Rupanya pucuk dicinta ulam tiba. Pemasok beras warung tersebut kebetulan datang. Beras yang enak itu jenisnya “Kuku Balam”, dengan merek “Jeruk Madu”. Di Jawa rasanya tidak ada jenis ini.

Image hosting by Photobucket Gambar kiri: Sop buntut Restoran Garuda, Brastagi yang 'mantap kali' itu

Di malam kedua, saya makan malam di Restoran Garuda. Di sini, konon sop buntutnya luar biasa enak (kali ini yang promosi adalah Hamdan, DC Serdang Bedagai). Maka, saya jajal sop yang dimaksud. Eh, beneran. Uenak tenan, kata orang Surabaya. Tak heran, esok malamnya, sesaat sebelum turun ke Medan usai acara, kami datangi lagi restoran ini dan melalap menu serupa. TOP BGT, dah… 100% direkomendasikan.

Pulang ke Medan, saya habiskan dua hari tinggal di rumah, hitung-hitung ambil pengganti libur dari tugas daerah yang sebelumnya. Menu andalan my mom tak lain: rendang, rebus singkong dan pepaya, serta sambal tomat. Rrruarrr biasaaa….

Image hosting by PhotobucketDi rumah, ada kucing peliharaan yang diberi nama Drogba (diambil dari penyerang Chelsea bernomor punggung 15 asal Pantai Gading). Eh, baru ditinggal sejak lebaran, sekarang Drogba ini sudah besarnya bukan main. Tapi tetap saja kelakuan sama, makan, tidur, main. Nangkap tikus? Pikir-pikir dulu… Coba saja lihat tingkahnya di gambar sebelah, saat memain-mainkan tali tustel digital.

Selama dua hari itu juga saya juga banyak curhat dan diskusi dengan my mom dan kakak tentang pekerjaan yang ada sekarang dan tawaran-tawaran baru yang datang. Nasihat mereka lumayan berguna. Sebelum balik ke Jakarta, saya sempatkan pula ziarah ke makam Ayah di pemakaman kampung dekat mesjid. Allahummagh fir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Oh ya, tidak lupa saya borong bika Ambon Zulaikha (Hj. Mariani) yang di Jalan Mojopahit, plus roti bolu gulungnya. Juga brownies bikinan kenalan adik saya Iin. Sementara Teteh menitipkan oleh-oleh sirup Terong Belanda dan Kiwi, plus emping Aceh dari Kak Inur (kakak nomor dua di Banda Aceh). Wak Ipah, lain lagi. Dia buatkan bumbu pecel yang jadi andalan warungnya. “Cuma bisa kasih ini,” kata Uwak. Ck..ck..ck. Masih begitu banyak orang yang sayang dan perhatian pada saya dan keluarga. Itu harus disyukuri.

Walhasil, sesampai di rumah di Bogor, banyak orang bertanya-tanya, ini pulang tugas atau pulang cuti lebaran sih? Hahaha.... (ah)

4 comments:

olenktop said...

waaaaaaaaaahhh *ngeces* hahaha... cari wangsit apa jalan-jalan kau bah? :D enak kali! bikin pengen... ;))

adee said...

templatenya keren :)
indogirls.net

berastagi said...

blog orang kabanjahe smunduka

Perjalanan Hajiku said...

Pengalaman manis dan mengasikkan. salam dari saya, Oleh penulis buku:
40 Hari Di Tanah Suci.